Zacky sanjaya PG kali ini saya ngeposting "BELAJAR FOTOGRAFI" ...
Dalam fotografi, kata “stop” sering sekali kita dengar dan baca. Bukan, bukan stop yang itu, bukan stop yang artinya berhenti :D. Stop disini adalah istilah dalam fotografi. Contoh penggunaanya mungkin seperti ini: “Karena fotonya terlihat over, saya turunkan satu stop”, nah seperti itu.
Dalam fotografi, kata “stop” sering sekali kita dengar dan baca. Bukan, bukan stop yang itu, bukan stop yang artinya berhenti :D. Stop disini adalah istilah dalam fotografi. Contoh penggunaanya mungkin seperti ini: “Karena fotonya terlihat over, saya turunkan satu stop”, nah seperti itu.
Kalau sampai detik ini, kata stop dalam fotografi
masih membuat anda bingung, silahkan simak penjelasan singkat ini.
Definisi Stop
Stop dalam fotografi kurang lebih memiliki arti
mengubah jumlah cahaya yang diterima sensor/film sehingga mempengaruhi exposure
foto. Tambah satu stop berarti lebih terang 2 kali, tambah 2 stop berarti lebih
terang 4 kali. Kurangi satu stop berarti lebih gelap setengah kali. Satu stop
berarti mengubah jumlah cahaya sebanyak kelipatan 2.
Sebagaimana anda ketahui, jumlah cahaya yang diterima
sensor kita namai exposure. Dan naik satu stop berarti meningkatkan exposure
sebanyak 2 kali. Aksi menaikkan atau mengurangi exposure bisa dilakukan dengan
mengubah salah satu atau gabungan tiga elemen yang menyusun segitiga exposure:
shutter speed, aperture dan ISO. (lebih jauh diterangkan dalam artikel ini: Memahami Konsep
Exposure).
Agak abstrak ya? oke satu perumpaan agar jelas.
Katakanlah dikamar anda ada 4 lampu 100 watt dan keempatnya menyala. Karena
stop adalah perubahan gelap terang, maka turun satu stop artinya anda mematikan
dua lampu sehingga hanya dua lampu yang menyala. Sementara naik satu stop
berarti anda harus membawa 4 lampu lagi dengan watt yang sama. Dalam kasus ini,
kamar adalah sensor di kamera digital semantara cahaya lampu adalah
exposure-nya.
Stop dan Shutter Speed
shutter speed mengukur berapa
lama sensor menerima cahaya. Semakin lama shutter speed berarti semakin banyak
cahaya yang diterima sensor yang artinya menaikkan exposure. Dalam shutter
speed, satu stop penuh mudah diingat karena merupakan hasil pembagian bilangan
dua (dengan pembulatan): 1, 1/2, 1/4, 1/8, 1/15, 1/30, 1/60, 1/125, 1/250,
1/500, 1/1000, dst. Pindah satu stop berarti lompat sekali, misal dari 1/30 ke
1/125. Pindah 2 stop berarti lompat dua kali. Bingung dengan shutter speed,
pahami konsepnya lebih jelas disini.
Stop dan ISO
Juga mudah dalam ISO, tinggal
kali 2 berarti anda naik satu stop. ISO 100 ke ISO 200 berati satu stop, 200 ke
400 dan seterusnya. Kalau ditanya ada berapa stop dari ISO 100 ke 1600? nah
pintar, ada 4 stop. Pahami konsep ISO disini.
Stop dan Aperture
Agak lebih susah dalam
aperture karena bilangannya melomcat-loncat: f/1, f/1.4, f/2, f/2.8, f/4,
f/5.6, f/8, f/11, f/16 dst. Pahami lagi konsep Aperture disini.
Apa Hubungan Stop Dengan Ketiganya?
Katakanlah anda menggunakan
setting awal kamera seperti ini: 1/125, f/8 dan ISO 100. Karena hasil fotonya
under exposure (gelap) anda naik satu stop yang artinya bisa tiga hal: 1/60,
f/8, ISO 100 (hanya shutter yang berubah). Atau 1/125, f/5.6 ISO 100 (hanya
aperture yang berubah). Atau 1/125, f/8 ISO 200 (hanya ISO yang berubah). Semua
perubahan bernilai satu stop.

0 komentar:
Posting Komentar